Tanggal 5 – 7 Agustus kemarin si 080068 disuruh ngikut pelatihan penyusunan proposal bidang penalaran bagi mahasiswa, khususnya Program Kreatifitas Mahasiswa di Salatiga. Apa yang dia dapetin?
satu:
Misi dia ikut acara itu adalah babat alas. Dia pribadi masih blabar pisan blank soal itu, terlebih soal PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Itu juga nyang njadiin dia ndak mbawa contoh proposal untuk diulas di sono. Nah.. setelah itu, dia pengin gethock tular sama temen-temen semua angkatan (bukan angkatan darat, laut dan udara, apalagi angkatan got).
dua:
PKM terbagi menjadi 4 bidang yaitu bidang Kewirausahaan (PKMK), Penelitian (PKMP), Pengabdian Masyarakat (PKMM), dan Teknologi (PKMT). Turunan dari PKMP ada PKM-AI (Artikel Ilmiah) dan PKM-GT (Gagasan Tertulis). Nah, kalau ada nyang bisa menang PKM-GT, dia sudah berpotensi menjadi seorang Ph.D (baca: Pi eij Dhi) alias Philosophic Doctor. Sebelum ikut pekan ilmiah, tim peserta yg terdiri dari 3 orang mahasiswa dari angkatan yang berbeda musti mengajukan proposal dulu. Proposal yang kaya apakah yang bakal memikat reviwer (penilai)? itulah yang diajarkan di sala tiga itu. Kira-kira STB mampu berbicara di kancah itu apa ndak ya? Itulah tantangan buat mahasiswa stb yg kreatif.
tiga:
Kaya apa sih kreatif? Jebul tak harus muluk-muluk. Lihat saja, dulu nyang namanya selang sedotan, bentuknya cuma lenceng. Sekarang, bisa menggok dengan kerutan di sebagian sisinya. Itu sudah disebut kreatif. Pring seglondhong yang tadinya ngglethak, kemudian di raut kecil-kecil dan menjadi bithing, itu juga proses kreatif. Ah… itu sih gampang. Ya … gampang karena sudah ada. Tapi untuk mendapatkan ide membuat seperti itu… itulah yang tidak gampang.
empat:
Bgmana biar bisa kreatif? Mulailah berfikir non linear. Kaya ngapa lagi itu? ini contoh sederhananya. sebutkan warna tulisan berikut ini, abaikan tulisannya.
Hitam merah kuning.
nah.. kalau ente menyebutknya hitam merah kuning, ente masih berfikir linear.
lima:
Tak dinyana, ide soal gecol bisa memikat sang fasilitator. Di hari terakhir, semua peserta harus unjuk proposal. Yang belum bikin, minimal harus punya ide. Dia mencoba mencuatkan ide tentang gecol. Gecol dijadikan keset alat pijat dan masyarakat sekitar pasar salak dijadikan subjek produsennya. Ternyata… sang fasilitator memilih ide ini untuk dipresentasikan. Cuma… karena bukan prosposal.. akhirnya diambil alih oleh ide lain tentang kulit jeruk. Jelas..sampah saja bisa dijadikan sasaran kreatifitas.
enam:
lebih lanjut, ketmu dia aja tiap hari setu jam 2 an.
kapan proposale dadi? butuh eksperimen sek ra? paling lambat 9 oktober lho… ayo ndang
Komentar oleh heni — September 15, 2009 @ 8:13 am |